The true feeling of farewell is….


A memory lasts forever never does it die. True friends stay together and never say goodbye

Saya tidak pernah meninggalkan kota Sidoarjo dan Surabaya dalam jangka waktu lama. Paling mentok, 2 minggu, dalam rangka liburan keluarga. Tapi untuk jangka lama? Ehm..coba saya ingat2 dulu.

……………………………………………………………………………………………………………..

-tidak pernah-

……………………………………………………………………………………………………………..

-ya saya yakin, belum pernah-

…………………………………………………………………………………………………………….

Dan, sebentar lagi. (lusa). Untuk pertama kalinya saya akan meninggalkan kota ini. Peraduan nasib memutuskan saya harus merantau ke ibukota. Untuk apa? Sekali lagi, mengadu nasib.

Menyiapkan diri bergelut dengan macet, kecuekan orang2 ibu kota, dan hidup yang keras. Kata mereka, “ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri”. Katanya lho. Saya sendiri belum tahu.

Tapi yang lebih menyesakkan adalah, meninggalkan orang-orang terdekat yang ada disini. Orang tua, saudara, teman, dan pacar. Saya anggap ini, sebagai pilihan hidup. Mereka tidak akan kemana, selama kita mengingat mereka. Jaman sekarang kan ada HP, YM, FB, TWITER, dan jejaring2 pertemanan lain yang membuat seseorang yang jauh bisa berkomunikasi secara dekat.

Saya jadi inget sama kata-kata ibuk. “iya kalo dulu, ga ada telpon. Bisanya cuma surat2an aja. Itupun paling cepet baru 3 hari nyampenya. Itu baru di kota, kalo orang2 yg tinggal di desa, malah lebih parah lagi. Kadang, suratnya malah baru nyampe pas orang nya uda ada di rumah. Jadi tambah kasep.”

Saya kesana bismillah bekerja. Semoga Allah masih baik dengan saya, dan Allah yang akan menjaga orang-orang yang saya cintai disini. (amin.) Lalu? Tiba-tiba hati saya seperti berlubang. Sejenis bola bowling gitu lah lubangnya.

Saya belum mengucapkan terimakasih. Akan saya upload pada blog berikutnya, karena begitu banyak orang yang harus disebutkan. (PASTI). Keliyatan banget kan, saya sudah begitu banyak merepotkan banyak orang. Banyak sekali. Kalo ga percaya, liyat blog berikutnya ntar ya.

Pulang? Ya! Saya pasti pulang dan membawa uang, segudang-segudang-segudang! Haha, lebay itu. Intinya, saya pasti pulang. Karena rumah – jiwa – soul – saya ada disini. Antara Surabaya dan Sidoarjo.

Goodbye? Saya rasa tidak perlu. Karena saya pasti akan kembali, dan kita akan bertemu lagi! Semangat kawan!

Jadi intinya, the true feeling of farewell is…… (hari ini saya masih menjaga ketenangan hati, dan semoga ketenangan itu tetap bertahan… )

……………………………………………………………………………………………………………

Tapi, rasa-rasanya besok atau lusa saya pasti akan menangis.

……………………………………………………………………………………………………………

hALAHH…. naik pesawat cuma sejam kok. Naik kereta juga paling 12 jam uda nyampe. jadi inget lagi sama quote punya mz aziz hasibuan,

Saya nggak akan pernah tahu seperti apa masa depan. Dan saya yakin, nggak ada keputusan yang salah. Keputusan mungkin bisa terlihat salah bila kita memandangnya hari ini. Tapi, bisa justru terlihat sangat baik nanti-nanti.

Kalau suatu saat keputusan itu membuat hidup jadi lebih sulit, maka kejar terus supaya yang dimimpikan tercapai. Siapa tahu, mimpi itu datang lima tahun lagi. Kalau lima tahun belum datang, kejar terus, siapa tahu sepuluh tahun lagi. Kalau belum datang juga, jangan berhenti mengejar. Sampai sudah nggak bisa mimpi.

Nanti kalau sudah sampai di titik yang kita mimpikan, baru toleh ke belakang. Lihat betapa bahwa keputusan-keputusan yang pernah kita buat membuat kita bisa berdiri di titik ini. Bahkan, keputusan yang dinilai orang lain sebagai sebuah kegilaan.

……………………………………………………………………………………………………………

Dan, ya. Saya menangis sekarang.

 

Advertisements

3 thoughts on “The true feeling of farewell is….

  1. nanda

    hu’um jadi inget waktu sehari sebelum kamu berangkat merantau buk boooiiiii…
    pas kamu pamitan… trs rasane pengen nangis… gak kerasa kita udah pada lulus…. terharu jadinya… #kan jadi nangis lagiii

    Like

    Reply
    1. rewinnita Post author

      itu bukannya nangis gara2 kelilipan debu?? si kusnul di sebelahmu lagi nyapu bukan?? hehehehe….

      tangisanku mengucur di dalam lubuk hatiku yang terdalam ndaaa…. see u pas wisuda yaaa!! muaacchh!

      Like

      Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s