Tahun Terakhir Bersama Kemenangan


Tahun ini, saya belajar banyak makna penting tentang arti sebuah kemenangan. Saya mencoba mengerti (dan akhirnya mengerti), siapa yang berhak mendapatkan kemenangan sesungguhnya.

Menang bukanlah tentang sebuah piala.

Menang bukanlah tentang penghargaan.

Menang bukanlah, ketika pengumuman menyatakan “Selamat, Anda Menang!”

Menang bukanlah tentang siapa yang menang

Menang juga bukan ulasan tentang kecurangan atau apapun itu

Mungkin lebih simple, jika kita mengatakan “Kalo menang ya menang. Kalo kalah ya berarti kalah.”

Bagi yang berpikir begitu, ya silahkan saja. Nggak ada larangan kok.

Bagi orang yang tidak pernah jatuh, akan terasa sangat menyakitkan ketika suatu saat dia merasa jatuh. Sama hal nya dengan menang dan kalah. Soal menang itu adalah kewajiban. Lalu, bagaimana dengan kalah? Kadang, hal itu tidak terpikirkan. Mungkin, ada yang terlupakan bahwa dalam pertandingan itu, semua orang harus siap kalah.

Bagi orang yang berkali-kali dianggap kalah, justru mereka adalah orang-orang yang nggak akan pernah takut kalah. Bukankah dalam setiap kompetisi itu, setiap peserta harus siap kalah?  Hanya orang-orang picik aja yang menganggap perasaan kalah itu akhir dari segalanya. Jika kita bisa bangkit dari kekalahan, dan belajar memperbaiki diri, itu berarti kita menang! Menang untuk tidak takut kalah!

Hidup ini kompetisi men! Nggak bisa semua orang itu dimenangkan. Harus ada yang menang, dan harus ada yang menunda kemenangannya di kompetisi mendatang.

Saya salut sekali dengan tim-tim robot lain. Berkali-kali kalah, tapi tidak pernah menyerah. Berkali-kali dianak tirikan, tapi tidak pernah berhenti belajar. Berkali-kali merasa tidak adil, tapi tetap mau berjuang. Bahkan, saya tidak tahu untuk apa dan siapa mereka berjuang.

Kemenangan yang sesungguhnya itu ada di balik itu.

Saya menang! Kita menang! Kamu menang! Mereka Menang! Kami Menang!

 

Terimakasih kawan,,,

ini akan menjadi tahun terakhir saya bertitel mahasiswa. Mahasiswa yang bisa meneriakkan suara dengan pikiran dan hati yang murni mencoba melawan rasa tidak adil. Di satu bulan terakhir menuju sidang akhir, saya mendapat pelajaran penting luar biasa dari almamater tercinta. Tahun ini adalah pertama kali nya dan terakhir kalinya berdiri dalam barisan supporter sebagai mahasiswa. Sumbangsih terakhir saya, untuk membantu memberikan berita-berita mengenai PENS beserta isinya. Semangat mahasiswa yang saya curahkan untuk mendukung tim robot andalan.

Saya adalah si sui, di setiap berita yang ada di PENS. Saya menulis nya di http://www.eepis-its.edu. Empat tahun tidak pernah berhenti menulis karena,

Saya bangga, saya cinta, dan balas jasa terimakasih, PENS.

———hikmah penting di balik pertama kali sejarah kekalahan KRI PENS di tahun ke-13——–

Advertisements

2 thoughts on “Tahun Terakhir Bersama Kemenangan

  1. ferieanaist

    keren blognya.. tetap semangat.. 🙂
    tidak berhenti berjuang untuk menjadi juara itulah pemenangnya..

    btw, baru kali ini aku mampir k blog kamu.. ijin liat2 yaaah..^^

    Like

    Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s