22 di 26


Tepat seminggu yang lalu, umur saya bertambah satu. Yah, dan bukan sesuatu yang spesial. Karena itu, saya tidak menulis apapun di hari itu. Saya tidak menuliskan harapan-harapan, keinginan, dan inovasi apapun di hari itu. Bisa dibilang, sangat ganjil. Karena baru ini, ulang tahun terasa tidak spesial lagi bagi saya.

Di hari ulang tahun, saya harus mentraktir teman-teman. ( Yah, kalau teman saya cuma satu sih nggak apa. Temen saya banyak. Dan semuanya minta pada saya untuk berbagi kebahagiaan. Diantaranya, minta ditraktir. hampir semuanya minta ditraktir. Hah, dan kondisi saat itu saya lagi bokek.) Benar-benar merasa berat sekali. (saat itu) —–KENAPA ULTAH HARUS IDENTIK DENGAN TRAKTIRAN???????

Tepat pukul 00.00, entah kenapa saya terbangun. Dan, saya melihat begitu banyak miscoll dan sms masuk.

“Met ultah, boy….. best wishes for u.”

“Haaaii itaaakk… met ultah yaa.. semoga TA kita lancar, dan bisa lulus bareng!”

“Sayang…met ultah ya.. smoga tambah dewasa, nggak suka marah2, dan tambah sayang sm aku”

“…………” dan masih ada banyak sms yang lain lagi.

Dan, setelah itu saya tidur lagi. Karena sangat ngantuk. (Tapi setelah itu, tidur saya menjadi lebih lelap..lebih nyaman… dan lebih damai…)

Paginya, saya bangun. Dan masih antara sadar dan tidak, apakah semalam itu nyata atau hanya mimpi. Saya buka lagi inbox. Dan sms2 itu masih ada. Malah bertambah lagi sms nya.

Saya menghabiskan hari itu di rumah saja. Dan keluarga saya pun awalnya biasa-biasa saja. Malah bapak-ibuk nggak inget, kalo saya ultah. Yah, jadilah hari itu menjadi sangat biasa sekali. Tiba-tiba alarm hape ibuk berbunyi. “Jangan lupa, itak hari ini ultah lho…. “, isi alarm itu.

“Owalahhh ndukk… kamu ulang tahun tohhh…. wahh ibuk lupa… selamat ya.. “, ibuk mencium saya. Dan bapak mengikuti memberi ucapan selamat. Biasa saja kan. Tapi, hati saya tiba-tiba setingkat menjadi lebih damai lagi.

OIya, saya tidak bimbingan. Karena tiba-tiba perut dilep (yaa….si bulan datang) oowwwcchh….. bertambah lagi hari paling biasa di 26 ini. Untuk menghibur diri, Β Siangnya, saya beli es krim conello dan kue leker. Sampai di rumah, tiba-tiba ibuk muncul, “ayoo selamat ulang tahunn…selamat ulang tahunn…. ayoo es krim nya dikasih lilin terus ditiup…”, herrr.. mendadak jadi bete. Saya beli eskrim sendiri, masak ditiup-tiup sendiri?? Geje deh. ———–(Meskipun mem-betekan, tapi entah kenapa hati saya naik setingkat lebih damai lagi.)

Setelah tidur siang sebentar, dilep akhirnya hilang… horee… Sorenya, saya pun ke royal plaza sama abon. Di sana, saya diajak ke gramedia, dan boleh ambil 3 novel kesukaan. Seperti biasa, novel harlequin tetap jadi pilihan. Yah… kado dari abon itu 3 novel itu sendiri. Yah…biasa sekali. Setidaknya, koleksi kertas kado tahun ini tidak bertambah. ——————–(Sampai di rumah, entah kenapa saya memeluk tiga buku itu dengan sangat senang….mungkin karena udah lama pengin novel2 itu dan baru keturutan sekarang, jadi kado pulaa… dan rasa damai itu bertambah lagi)

Sampai akhirnya saya kembali tidur.. dan saya memikirkan makna di balik 22 ini. Dan, saya masih belum merasakan sesuatu yang spesial.

Besoknya, saya buka Facebook, dan begitu banyak ucapan selamat dari teman-teman. Dari teman dekat, teman kenalan, sahabat, kakak kelas, adik kelas, temen SMA, temen SD, temen SMP, sampai orang-orang yang saya lupa, semuanya mengucapkan selamat.


Dan, disitulah saya mendapatkan jawaban makna 22 di 26 ini. Dan mengapa saya harus membuat 22 di 26 ini spesial!

1. Ulang tahun bukan sesuatu yang istimewa. Orang-orang di sekitar kitalah yang membuat suasana hari itu menjadi istimewa. Bayangkan, meskipun kita menganggapnya biasa-biasa saja, tapi tiba-tiba orang lain mengistemawakan kita. Dengan sesuatu yang sederhana, seperti ibuk menyanyikan lagu ulang tahun. SMs ucapan ultah di tengah malam. Dan, di saat perasaan itu damai, di situlah hari itu menjadi terasa istimewa.

2.Β Di dalam ucapan itu, banyak harapan dan doa dari mereka semua untuk kita. Ya, untuk kita. Ucapan secara eksplisit yang ingin kita menjadi seseorang yang lebih baik lagi dengan bertambahnya umur. Itulah yang terpenting. Dan mereka PERDULI dengan kita. Rasa itulah yang membuat hari itu menjadi istimewa.

3. Entah itu traktiran atau apapun. Mereka sebenarnya hanya ingin kita berbagi. Mereka menganggap kita bahagia, dan mereka ingin kita membagi itu dengan mereka. Sesuatu yang sederhana bukan? Β Dan, hari itu menjadi semakin istimewa, karena kita perduli dengan mereka. (Yah… meskipun saya masih sangat tidak setuju dengan ULTAH = TRAKTIRAN… Saya benci itu. Karena, kebahagiaan yang ingin dibagi setiap orang tidak selalu berupa traktiran makan kan?)

Terimakasih 22 di 26. Umur saya bertambah, dan tiba-tiba saya merasa setingkat lebih dewasa. Saya akan mentraktir kalian semua dengan senyuman, tawa, dan kebahagiaan seperti yang saya rasakan. Jangan pernah minta ya! Karena kalian nggak perlu tahu, kapan akan saya traktir. Saya benci diTAGIH!

#saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk tetap hidup, dan berkarya. Dan harapan-harapan serta doa teman-teman itulah yang membuat hari itu menjadi sangat spesial.

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s