Leader or Boss??


The leader is one who knows the way, shows the way, and goes the way“  , John C. Maxwel, pakar kepemimpinan Amerika yang telah menulis ratusan buku dan menjadi pembicara handal.

Wah, tiba-tiba saya ingin sekali memberi posting blog tentang seorang pemimpin yang baik. Karena, beberapa hari ini, saya kerap merasa dipimpin oleh seseorang yang tidak bisa memimpin. Bahkan untuk memimpin dirinya sendiri. Sebenarnya, saya tidak memposisikan diri sebagai bawahan karena masih di dalam lingkungan pendidikan.

Seringkali orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss. H.Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang ‘pemimpin’ dan bukan dengan menjadi ‘boss’.

Menjadi pemimpin memang tidakah mudah, kawan.  Akan banyak terasa perbedaan antara, seorang pemimpin dan seorang boss. Menurut Gordon, perbedaan antara pemimpin dan boss adalah sebagai berikut :

Seorang bos mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,

Seorang bos mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

Seorang bos menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang bos mengatakan ‘aku’;
Tetapi seorang pemimpin mengatakan ‘kita’.

Seorang bos menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang bos tahu bagaimana sesuatu dikerjakan’
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang bos menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;

Seorang bos berkata, ‘Pergi!’;
Tetapi seorang pemimpin berkata, ‘Mari kita pergi!’

Dalam salah satu artikel blog http://fathulwahid.wordpress.com , tertulis seperti ini :

“Mudah-mudahan setiap kita ingin menjadi pemimpin dan bukan bos. Harusnya itulah yang ada, karena sampai sekarang saya tidak pernah mendengar ada bossiness training. Yang ada adalah leadership training. Atau jangan-jangan untuk menjadi bos semua orang bisa sehingga tidak memerlukan training, dan tidak demikian halnya untuk menjadi pemimpin. Wallahu a’lam.”

 

Dan menurut saya, itulah pentingnya kita mengikuti organisasi. Karena disana diajarkan cara berkomunikasi, mengenal karakter orang lain, mengatur pekerjaan, dan yang paling penting adalah pelajaran untuk MEMANAGE DIRI SENDIRI. Karena, pada dasarnya kesulitan terbesar adalah mengontrol diri sendiri untuk tidak menyakiti orang lain.

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s