Kangen sama si “Single Fighter”


Single Figther : Pejuang Sendiri (bahasa bodo-bodo an nya), atau lebih jelasnya, adalah seorang yang mengerjakan semuanya sendiri. Waktu saya kerja dulu, istilah Single Fighter hampir selalu terngiang setiap minggu. Ada kalanya, seseorang disana mengerjakan pekerjaan bahkan sampai pekerjaan orang lain seorang diri. Bukan karena keinginannya, tapi kasarannya kelimpahan tugas temen deh. (kayak judul tema poling, haha).

Dan itu, cukup melelahkan lho.

Tapi nyatanya, menjadi single fighter nggak melulu merugikan kok. ada manfaatnya. karena suatu saat, pasti ada kalanya kita akan menjadi si single fighter. Kayak yang dialami anak-anak yang mngerjakan TA. Huhuhu. (diantaranya, saya.). Apalagi, kalau nggak ada kelompok. Wah, serasa TA benar-benar milik sendiri deh. Ahahaha.

Dan, nyatanya. Sekarang saya merasa nggak sekuat dulu. Saya mulai merindukan si single fighter dalam diri saya. Walaupun kelihatan mata, benar-benar nggak mungkin, tapi setelah dijalani semua langsung beres. Prinsip kala itu, “JANGAN BILANG NGGAK BISA, SEBELUM MENCOBA”.

Sepertinya, sekarang terlalu banyak kalimat NGGAK BISA, NGGAK MUNGKIN, dan kata NGGAK-NGGAK-NGGAK yang lain…

Oke. Saya mengerti sekarang. Saya harus kembali memunculkan si single fighter.

Jangan terlalu banyak  bicara. Dan segeralah mencoba dan bekerja. Jangan terlalu banyak belajar. Jalani dan perbaiki setiap kesalahan, itu lebih efektif. Single Fighter!! Kembalilah!!

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s