My journey to Healthier Life


This year, 2019, I have decided to start my journey to better health. Well, Healthy living does not mean being super skinny or really ripped with muscles and defined abs. I believe being healthy means being whole, balanced and full of life. It involves having a wellness and self-care practice that is physically, emotionally and spiritually fulfilling.

However, as I have gotten older and wiser I realize that those things are just one piece of the puzzle.  There is so much more to a healthy lifestyle. I just counting days to be thirty. I remind my self every time, my attitude defines outlook going forward. I can choose to be stressed and anxious about a certain age, or i can choose to be grateful and open to another year of life on this earth. And yes, I choose number two, open my another life with a healthier life. I’ve learned there are many ways to practice self-care. I get to decide how best to prioritize my mind, body, and spirit.

Continue reading
Advertisements

Iya Boleh, Nak…


Meskipun saya adalah seorang perempuan yang sibuk bekerja dan jarang di rumah, tapi untuk selalu dekat dengan anak adalah wajib hukumnya untuk saya. Waktu bersama anak yang terpenting adalah seberapa bagus kualitasnya meskipun itu tidak lama. Saya akan bahas bagaimana saya dan anak tetap bisa dekat meskipun dalam waktu yang singkat dalam postingan terpisah ya. 

Sebagai orang tua, bisa dibilang saya dan suami sangat kompak dalam mendidik anak. Serunya, kami adalah penganut gaya “bebas berekspresi” pada anak dan langsung memberikan contoh yang sama agar anak bisa bereksplorasi sebanyak-banyak nya di usia emasnya sekarang.

Misalnya, saya dan suami suka dansa lucu-lucu an bersama dengan anak. Lalu, nyanyi-nyanyi seru dengan anak. Menggambar bersama. Tebak kuis berhadiah cium. Shalat berjamaah. Berpelukan. Dan, kami juga suka melakukan kegiatan bersama-sama seperti menyiram tanaman, membuat kue, travelling, bermain dengan binatang, dan banyak hal lainnya lagi. Tidak selama seperti ibu rumah tangga lainnya, tapi waktu saya dan anak sangat berkualitas.

Kami jarang banget melarang ini, melarang itu, nggak boleh ini, nggak boleh itu. Kecuali untuk hal-hal yang berbahaya seperti main kompor berapi, main colokan listrik, dan menyakiti orang lain. Tapi di luar itu, bebas…

Mau main air, soh…

Mau main tanah, soh…

Main lumpur, soh…

Mau main terjun bebas, soh…

Mau main binatang, soh…

Mau gulung-gulung di jalan, soh…

Karena kami menganggap, itu semua adalah bagian dari masa eksplorasi anak. Dan, kebetulan banget. Anak saya adalah anak yang super aktif alias ora iso meneng. Selalu ada saja tingkahnya yang “di luar dugaan dan ajaib”. Untuk orang-orang yang belum terbiasa dengan Elmo, pasti sudah histeris dan heboh.

Tapi untuk saya dan suami, ala… udah biasa. Biarin aja.. Nggak pa – pa..

Continue reading

Tahun Baru, Langit Biru


Kalau diingat-ingat, tahun 2018 adalah tahun yang sulit tapi ternyata bisa saya lewati dengan hati yang bahagia. Ada banyak hal yang membuat saya bangga bisa melalui tahun 2018. Diantaranya, saya bersyukur karena di tahun kemarin saya diberi kesempatan untuk memiliki pekerjaan baru sekaligus rumah baru. Kesempatan yang bukan hanya untuk diterima begitu saja, tapi juga harus diperjuangkan.

Continue reading

Sekedar Menulis di Akhir Pekan


Mungkin ada di antara kalian yang mengalami apa yang saya rasakan saat ini. Tentang, kehilangan jati diri. Terus terang, beberapa waktu ini, saya merenung tentang siapa diri saya dan akan menjadi apa saya nanti. Saya berkarir, bersuami, dan sekarang status bertambah sebagai seorang ibu. Apakah saya bisa menyeimbangkan pilihan-pilihan ini seperti dulu?

Continue reading

Drama Lijo Sayur


Saya tanpa Lijo Sayur, mungkin nggak akan bisa masak enak. Dimanapun saya berada, pasti selalu SKSD dengan para lijo sayur. Mulai di Rewwin, ada mbak Tiwik, & Joko. Lalu, di Rungkut ada pak Topi Merah. Dan, sekarang di Jakarta, ada Pak Asep,  Lijo Sayur favorit saya.

Disini, ada banyak banget Lijo. Semua lijo sayur saya sambangi satu per satu. Entah lijo sayur yang mangkal di pinggir jalan, atau lijo sayur yang ada di kios-kios bawah apartemen. Macem-macem aksennya, ada yang orang sunda, tegal, betawi, sampai orang Jawa. Mulai dari yang ramah, suka kasih diskon total belanjaan, lijo yang hobi dandan, dan sampai ada juga yang jutek banget.

Continue reading